Jumat, 14 Oktober 2022

Kualifikasi Auditor

 Cara Menjadi Seorang Auditor

1. Dapatkan Gelar Sarjana

Baik auditor internal maupun eksternal membutuhkan minimal gelar sarjana. Auditor eksternal dan internal sering memiliki gelar di bidang akuntansi. Namun, auditor internal mungkin juga memiliki gelar dalam disiplin bisnis lain jika mereka memiliki pengalaman kerja yang memadai dan terkait. Jika Anda ingin pindah ke bidang auditing dari bidang bisnis lain, Anda mungkin menemukan bahwa Anda telah memenuhi kriteria ini jika Anda telah memperoleh gelar bisnis atau akuntansi.


2. Menjadi Akuntan Publik Bersertifikat (CPA)

 Untuk bekerja sebagai auditor eksternal, Anda biasanya harus memiliki lisensi sebagai CPA. Meskipun persyaratan CPA setiap negara berbeda, mereka umumnya mengharuskan persyaratan sejumlah jam studi akademis dalam mata pelajaran akuntansi dan bisnis. Lisensi CPA biasanya mengharuskan lulus ujian. Selain itu, biasanya Anda juga harus bekerja yang diawasi oleh lembaga CPA untuk menerima lisensi Anda. Menjadi CPA juga berpotensi menguntungkan auditor internal karena merupakan kredensial tambahan yang membuktikan tingkat pelatihan atau kompetensi di resume mereka. Meskipun sebenarnya, auditor internal tak diwajibkan untuk mengambil sertifikasi CPA.


3. Dapatkan Pengalaman Kerja

Ketika Anda mulai bekerja sebagai auditor, Anda harus memulai di posisi junior. Untuk auditor internal, posisi ini mungkin termasuk bekerja dalam penilaian risiko atau sebagai analis keuangan. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun keterampilan dan jaringan profesional Anda. Untuk auditor internal, ini adalah langkah penting sebelum mengejar sertifikasi auditor internal bersertifikat Anda. Anda juga dapat memikirkan apakah Anda tertarik pada spesifikasi bidang audit tertentu. Jika demikian, Anda perlu mengejar sertifikasi tambahan di masa mendatang.


4. Menjadi Auditor Internal Bersertifikat (CIA)

Kualifikasi ini hanya berlaku untuk auditor internal. Untuk menjadi seorang CIA, Anda biasanya harus memiliki satu sampai dua tahun pengalaman kerja, tergantung apakah Anda memiliki gelar master atau sarjana. Anda juga harus lulus ujian untuk membuktikan pengetahuan Anda tentang audit internal.


5. Dapatkan Sertifikasi Lebih Lanjut

Sertifikasi yang Anda pilih untuk dikejar dapat bergantung pada bidang pekerjaan, bidang minat, dan perusahaan Anda. Misalnya, Anda mungkin perlu menjadi pemeriksa penipuan bersertifikat (CFE) atau auditor sistem informasi bersertifikat (CISA) agar dapat dipekerjakan untuk pekerjaan tertentu atau untuk menerima promosi. Kualifikasi ini, bersama dengan waktu dan pengalaman kerja, bisa menjadi langkah penting untuk maju dalam karir Anda. Akhirnya, Anda bisa menjadi direktur audit internal, direktur keuangan, atau pengontrol perusahaan.

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Auditor

1. Komunikasi

Keterampilan komunikasi dapat membantu auditor menyampaikan pengetahuan industri mereka kepada para pemimpin bisnis dan pemegang saham. Auditor berkomunikasi dengan pakar keuangan dan karyawan lain yang tidak memiliki pengetahuan keuangan, sehingga kemampuan untuk menjelaskan topik yang kompleks merupakan kekuatan bagi auditor. Auditor juga berkomunikasi melalui laporan, sehingga keterampilan komunikasi tertulis juga menjadi keerampilan yang sangat penting untuk dimiliki.


2. Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah menggunakan penalaran logis untuk menemukan solusi. Auditor harus berpikir kritis saat mereka meninjau catatan perusahaan untuk memberikan saran terbaik kepada manajemen. Mampu memahami hasil audit adalah suatu kekuatan, tetapi mampu memberikan hasil yang dapat ditindaklanjuti oleh bisnis jauh lebih baik. Solusi yang dapat ditindaklanjuti ini dapat membantu bisnis meningkatkan aturan dan praktik mereka, yang dapat membuat audit lebih cepat dan tidak menimbulkan permasalahan di masa mendatang.


3. Inisiatif

Anda dapat menunjukkan inisiatif Anda dalam karir audit Anda dengan terus belajar dan tumbuh melalui pengembangan profesional. Anda dapat mengikuti kursus pelatihan, mendapatkan sertifikat tambahan, dan membaca publikasi perdagangan agar Anda tetap mendapat informasi tentang perubahan peraturan serta hukum yang mungkin memengaruhi pekerjaan Anda.


4. Empati

Audit dapat menjadi pengalaman yang menegangkan bagi manajer bisnis dan karyawan lainnya. Auditor dapat membantu meyakinkan manajer dengan mengembangkan keterampilan empati. Jika Anda merasakan seorang karyawan menjadi emosional, Anda dapat menggunakan bahasa empati untuk meyakinkan mereka tentang keahlian dan niat Anda. “Saya mengerti ini bisa menjadi proses yang membuat frustrasi, tetapi saya berjanji untuk melakukan audit ini dengan sangat hati-hati.”


5. Keterampilan Analitis

Melakukan audit memerlukan penggunaan pemikiran analitis untuk membantu Anda menarik kesimpulan selama audit. Keterampilan analitis dapat membantu Anda membentuk kesimpulan yang lebih kuat saat mengaudit proses perusahaan. Keterampilan ini dapat membantu Anda menunjukkan keahlian Anda kepada bisnis.


6. Ketajaman Bisnis

Pengetahuan industri dapat membantu Anda bekerja lebih baik sebagai auditor, karena dapat memberi Anda wawasan tentang masalah umum dan solusi potensialnya. Beberapa ketajaman bisnis datang dengan pengalaman sebagai auditor, sementara ketajaman lain datang dari tetap up-to-date tentang tren industri. Anda dapat menunjukkan ketajaman bisnis Anda dengan mengajukan pertanyaan yang terinformasi dan memberikan saran yang berpengetahuan luas selama audit.


7. Kolaborasi

Anda dapat melakukan audit dengan tim profesional keuangan lainnya, jadi kolaborasi adalah keterampilan yang berguna bagi auditor. Anda juga dapat menganggap audit sebagai kolaborasi dengan perusahaan untuk menemukan praktik terbaik untuk keuangan mereka. Berkolaborasi secara fleksibel dengan bisnis dapat membantu Anda mengembangkan hubungan kerja yang lebih kuat.


8. Keterampilan teknologi

Keterampilan teknologi juga merupakan aset bagi auditor. Mengetahui cara menggunakan perangkat lunak keuangan umum adalah keterampilan audit yang bagus untuk dimiliki. Ini adalah cara lain Anda dapat terus mempelajari hal-hal baru dalam karier Anda. Beberapa auditor dapat merekomendasikan praktik keamanan teknologi untuk perusahaan, sehingga pengetahuan tentang praktik terbaik dengan teknologi bermanfaat.


9. Organisasi

Auditor membutuhkan keterampilan organisasi untuk membantu mereka mengatur dokumen keuangan mereka. Keterampilan organisasi juga dapat membantu untuk manajemen waktu, yang dapat membantu auditor memenuhi tenggat waktu mereka. Selain itu, keterampilan organisasi dapat membantu Anda tampil profesional di hadapan eksekutif bisnis dan pemegang saham yang berinteraksi dengan Anda selama audit.


10. Fokus pada Layanan

Perusahaan mempekerjakan auditor karena mereka menginginkan nasihat dan jaminan bahwa catatan mereka teratur. Dengan berfokus pada audit sebagai layanan, Anda dapat mengembangkan hubungan dengan perusahaan dan bekerja dengan karyawannya untuk menemukan solusi yang sesuai untuk mereka. Memikirkan audit sebagai layanan juga dapat membantu Anda mengembangkan empati untuk laporan tertulis Anda.


11. Kepemimpinan

Baik Anda bekerja dengan tim auditor lain atau melakukan audit sendiri, keterampilan kepemimpinan dapat membantu Anda berbicara dengan otoritas saat Anda berbicara dengan eksekutif bisnis. Kepemimpinan dapat menyampaikan rasa keahlian, yang dapat membantu Anda mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan bisnis yang Anda audit.

Senin, 03 Oktober 2022

Jenis-Jenis Audit


Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima


1. Audit Keuangan

Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.


Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Banyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang berfokus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi


2. Audit Operasional

Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E)


3. Audit Ketaatan

Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang


4. Audit Investigasf

Audit Investigatif adalah: 1. “Serangkaian kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah).” 2. “a search for the truth, in the interest of justice and in accordance with specification of law” (di negara common law)


Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:


Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti

Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.

Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.

Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.

Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.

Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut

Standar dan Panduan Untuk audit Sistem Informasi seperti ISACA, IIA COSO dan ISO1799

ISACA(Information Systems Audit & Control Association) :

ISACA berperan memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan. Dalam framewok ISACA terdapat Standard, Guidelines, dan Procedure.

-  Standard yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti auditor.

-  Guidelines memberi bantuan kepada auditor agar dapat menerapkan standar dalam berbagai tugas audit.

-  Prosedur memberi contoh langkah-langkah auditor dapat  mengikuti tugas audit sehingga dapat menerapkan standar.


IIA COSO(The Comitte of Sponsoring Organizations of the threadway commision's) :

pengendalian intern, yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan kontrol dapat dilakukan secara menyeluruh.


ISO 1799 :

menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.


referensi :  

http://dokumen.tips/documents/sejarah-isaca.html

https://mukhsonrofi.wordpress.com/2008/10/23/cisa-gelar-it-auditor-bernilai-jual-tinggi/

 1-Konsep%20Audit%20Sistem%20Informasi.pdf

http://gondronggunadarma.blogspot.com/2017/10/standar-dan-panduan-untuk-audit-sistem.html

Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia


Berikut ini adalah beberapa lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia :


1. Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII).

Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII) didirikan pada 20 Mei 2014. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa praktisi dari berbagai universitas dan organisasi lainnya dibidang sistem informasi. Lembaga ini memiliki tujuan yaitu untuk menghindari penyimpangan dalam penggunaan sistem informasi yang semakin pesat di Indonesia. IASII bekerja sama dengan beberapa lembaga lain seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Information System Audit and Control Association-Chapter Indonesia (ISACA), Institute of Internal Auditor, Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern.


2. Information System Audit and Control Association (ISACA).

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.

ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. JaringanISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, salah satunya ialah di Indonesia. ISACA sendiri telah membuat standar untuk audit sistem informasi di seluruh dunia.


3. BPK RI

Didirikan tahun 1946 yang bertugas untuk melakukan audit yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara lain seperti Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Dewan Pelayanan Publik, dan lembaga lain yang mengelola keuangan negara. BPK RI menyerahkan hasil audit kepada DPR, DPD, dan DPRD sesua dengan kewnangan masing-masing.


4. Keuangan BPKP (Badan Pengawasan dan Pembangunan).

BPKP didirikan tahun 2006. BPKP bertugas mengendalikan keuangan dan pengawasan pembangunan nasional serta meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeluaran anggaran pemerintah nasional dan regional. Tugas lain BPKP adalah mengevaluasi penerapan sistem pengendalian internal untuk mendeteksi dan menghalangi korupsi, serta menginvestigasi penyelewengan keuangan.


5. LPAI

Lembaga Pengembangan Auditor Internal adalah lembaga yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen — LPÄI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate — mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir — dimana benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya di dunia.

Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya.

Kualifikasi Auditor

 Cara Menjadi Seorang Auditor 1. Dapatkan Gelar Sarjana Baik auditor internal maupun eksternal membutuhkan minimal gelar sarjana. Auditor ek...