Jumat, 14 Oktober 2022

Kualifikasi Auditor

 Cara Menjadi Seorang Auditor

1. Dapatkan Gelar Sarjana

Baik auditor internal maupun eksternal membutuhkan minimal gelar sarjana. Auditor eksternal dan internal sering memiliki gelar di bidang akuntansi. Namun, auditor internal mungkin juga memiliki gelar dalam disiplin bisnis lain jika mereka memiliki pengalaman kerja yang memadai dan terkait. Jika Anda ingin pindah ke bidang auditing dari bidang bisnis lain, Anda mungkin menemukan bahwa Anda telah memenuhi kriteria ini jika Anda telah memperoleh gelar bisnis atau akuntansi.


2. Menjadi Akuntan Publik Bersertifikat (CPA)

 Untuk bekerja sebagai auditor eksternal, Anda biasanya harus memiliki lisensi sebagai CPA. Meskipun persyaratan CPA setiap negara berbeda, mereka umumnya mengharuskan persyaratan sejumlah jam studi akademis dalam mata pelajaran akuntansi dan bisnis. Lisensi CPA biasanya mengharuskan lulus ujian. Selain itu, biasanya Anda juga harus bekerja yang diawasi oleh lembaga CPA untuk menerima lisensi Anda. Menjadi CPA juga berpotensi menguntungkan auditor internal karena merupakan kredensial tambahan yang membuktikan tingkat pelatihan atau kompetensi di resume mereka. Meskipun sebenarnya, auditor internal tak diwajibkan untuk mengambil sertifikasi CPA.


3. Dapatkan Pengalaman Kerja

Ketika Anda mulai bekerja sebagai auditor, Anda harus memulai di posisi junior. Untuk auditor internal, posisi ini mungkin termasuk bekerja dalam penilaian risiko atau sebagai analis keuangan. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun keterampilan dan jaringan profesional Anda. Untuk auditor internal, ini adalah langkah penting sebelum mengejar sertifikasi auditor internal bersertifikat Anda. Anda juga dapat memikirkan apakah Anda tertarik pada spesifikasi bidang audit tertentu. Jika demikian, Anda perlu mengejar sertifikasi tambahan di masa mendatang.


4. Menjadi Auditor Internal Bersertifikat (CIA)

Kualifikasi ini hanya berlaku untuk auditor internal. Untuk menjadi seorang CIA, Anda biasanya harus memiliki satu sampai dua tahun pengalaman kerja, tergantung apakah Anda memiliki gelar master atau sarjana. Anda juga harus lulus ujian untuk membuktikan pengetahuan Anda tentang audit internal.


5. Dapatkan Sertifikasi Lebih Lanjut

Sertifikasi yang Anda pilih untuk dikejar dapat bergantung pada bidang pekerjaan, bidang minat, dan perusahaan Anda. Misalnya, Anda mungkin perlu menjadi pemeriksa penipuan bersertifikat (CFE) atau auditor sistem informasi bersertifikat (CISA) agar dapat dipekerjakan untuk pekerjaan tertentu atau untuk menerima promosi. Kualifikasi ini, bersama dengan waktu dan pengalaman kerja, bisa menjadi langkah penting untuk maju dalam karir Anda. Akhirnya, Anda bisa menjadi direktur audit internal, direktur keuangan, atau pengontrol perusahaan.

Keterampilan yang Harus Dimiliki Seorang Auditor

1. Komunikasi

Keterampilan komunikasi dapat membantu auditor menyampaikan pengetahuan industri mereka kepada para pemimpin bisnis dan pemegang saham. Auditor berkomunikasi dengan pakar keuangan dan karyawan lain yang tidak memiliki pengetahuan keuangan, sehingga kemampuan untuk menjelaskan topik yang kompleks merupakan kekuatan bagi auditor. Auditor juga berkomunikasi melalui laporan, sehingga keterampilan komunikasi tertulis juga menjadi keerampilan yang sangat penting untuk dimiliki.


2. Berpikir Kritis

Berpikir kritis adalah menggunakan penalaran logis untuk menemukan solusi. Auditor harus berpikir kritis saat mereka meninjau catatan perusahaan untuk memberikan saran terbaik kepada manajemen. Mampu memahami hasil audit adalah suatu kekuatan, tetapi mampu memberikan hasil yang dapat ditindaklanjuti oleh bisnis jauh lebih baik. Solusi yang dapat ditindaklanjuti ini dapat membantu bisnis meningkatkan aturan dan praktik mereka, yang dapat membuat audit lebih cepat dan tidak menimbulkan permasalahan di masa mendatang.


3. Inisiatif

Anda dapat menunjukkan inisiatif Anda dalam karir audit Anda dengan terus belajar dan tumbuh melalui pengembangan profesional. Anda dapat mengikuti kursus pelatihan, mendapatkan sertifikat tambahan, dan membaca publikasi perdagangan agar Anda tetap mendapat informasi tentang perubahan peraturan serta hukum yang mungkin memengaruhi pekerjaan Anda.


4. Empati

Audit dapat menjadi pengalaman yang menegangkan bagi manajer bisnis dan karyawan lainnya. Auditor dapat membantu meyakinkan manajer dengan mengembangkan keterampilan empati. Jika Anda merasakan seorang karyawan menjadi emosional, Anda dapat menggunakan bahasa empati untuk meyakinkan mereka tentang keahlian dan niat Anda. “Saya mengerti ini bisa menjadi proses yang membuat frustrasi, tetapi saya berjanji untuk melakukan audit ini dengan sangat hati-hati.”


5. Keterampilan Analitis

Melakukan audit memerlukan penggunaan pemikiran analitis untuk membantu Anda menarik kesimpulan selama audit. Keterampilan analitis dapat membantu Anda membentuk kesimpulan yang lebih kuat saat mengaudit proses perusahaan. Keterampilan ini dapat membantu Anda menunjukkan keahlian Anda kepada bisnis.


6. Ketajaman Bisnis

Pengetahuan industri dapat membantu Anda bekerja lebih baik sebagai auditor, karena dapat memberi Anda wawasan tentang masalah umum dan solusi potensialnya. Beberapa ketajaman bisnis datang dengan pengalaman sebagai auditor, sementara ketajaman lain datang dari tetap up-to-date tentang tren industri. Anda dapat menunjukkan ketajaman bisnis Anda dengan mengajukan pertanyaan yang terinformasi dan memberikan saran yang berpengetahuan luas selama audit.


7. Kolaborasi

Anda dapat melakukan audit dengan tim profesional keuangan lainnya, jadi kolaborasi adalah keterampilan yang berguna bagi auditor. Anda juga dapat menganggap audit sebagai kolaborasi dengan perusahaan untuk menemukan praktik terbaik untuk keuangan mereka. Berkolaborasi secara fleksibel dengan bisnis dapat membantu Anda mengembangkan hubungan kerja yang lebih kuat.


8. Keterampilan teknologi

Keterampilan teknologi juga merupakan aset bagi auditor. Mengetahui cara menggunakan perangkat lunak keuangan umum adalah keterampilan audit yang bagus untuk dimiliki. Ini adalah cara lain Anda dapat terus mempelajari hal-hal baru dalam karier Anda. Beberapa auditor dapat merekomendasikan praktik keamanan teknologi untuk perusahaan, sehingga pengetahuan tentang praktik terbaik dengan teknologi bermanfaat.


9. Organisasi

Auditor membutuhkan keterampilan organisasi untuk membantu mereka mengatur dokumen keuangan mereka. Keterampilan organisasi juga dapat membantu untuk manajemen waktu, yang dapat membantu auditor memenuhi tenggat waktu mereka. Selain itu, keterampilan organisasi dapat membantu Anda tampil profesional di hadapan eksekutif bisnis dan pemegang saham yang berinteraksi dengan Anda selama audit.


10. Fokus pada Layanan

Perusahaan mempekerjakan auditor karena mereka menginginkan nasihat dan jaminan bahwa catatan mereka teratur. Dengan berfokus pada audit sebagai layanan, Anda dapat mengembangkan hubungan dengan perusahaan dan bekerja dengan karyawannya untuk menemukan solusi yang sesuai untuk mereka. Memikirkan audit sebagai layanan juga dapat membantu Anda mengembangkan empati untuk laporan tertulis Anda.


11. Kepemimpinan

Baik Anda bekerja dengan tim auditor lain atau melakukan audit sendiri, keterampilan kepemimpinan dapat membantu Anda berbicara dengan otoritas saat Anda berbicara dengan eksekutif bisnis. Kepemimpinan dapat menyampaikan rasa keahlian, yang dapat membantu Anda mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan bisnis yang Anda audit.

Senin, 03 Oktober 2022

Jenis-Jenis Audit


Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima


1. Audit Keuangan

Audit keuangan adalah audit terhadap laporan keuangan perusahaan atau organisasi yang akan menghasilkan opini pihak ketiga mengenai relevansi, akurasi, dan kelengkapan laporan-laporan tersebut.


Audit keuangan umumnya dilaksanakan oleh perusahaan atau akuntan publik independen yang harus mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Banyak perusahaan mempekerjakan auditor internal yang berfokus pada pengawasan pelaksanaan dan operasi perusahaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan organisasi


2. Audit Operasional

Audit Operasional adalah pengkajian atas setiap bagian organisasi terhadap prosedur operasi standar dan metoda yang diterapkan suatu organisasi dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi, efektivitas, dan keekonomisan (3E)


3. Audit Ketaatan

Audit Ketaatan adalah proses kerja yang menentukan apakah pihak yang diaudit telah mengikuti prosedur, standar, dan aturan tertentu yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang


4. Audit Investigasf

Audit Investigatif adalah: 1. “Serangkaian kegiatan mengenali (recognize), mengidentifikasi (identify), dan menguji (examine) secara detail informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan suatu entitas (perusahaan/organisasi/negara/daerah).” 2. “a search for the truth, in the interest of justice and in accordance with specification of law” (di negara common law)


Jadi, audit itu adalah suatu rangkaian kegiatan yang menyangkut:


Proses pengumpulan dan evaluasi bahan bukti

Informasi yang dapat diukur. Informasi yang dievaluasi adalah informasi yang dapat diukur. Hal-hal yang bersifat kualitatif harus dikelompokkan dalam kelompok yang terukur, sehingga dapat dinilai menurut ukuran yang jelas, seumpamanya Baik Sekali, Baik, Cukup, Kurang Baik, dan Tidak Baik dengan ukuran yang jelas kriterianya.

Entitas ekonomi. Untuk menegaskan bahwa yang diaudit itu adalah kesatuan, baik berupa Perusahaan, Divisi, atau yang lain.

Dilakukan oleh seseorang (atau sejumlah orang) yang kompeten dan independen yang disebut sebagai Auditor.

Menentukan kesesuaian informasi dengan kriteria penyimpangan yang ditemukan. Penentuan itu harus berdasarkan ukuran yang jelas. Artinya, dengan kriteria apa hal tersebut dikatakan menyimpang.

Melaporkan hasilnya. Laporan berisi informasi tentang kesesuaian antara informasi yang diuji dan kriterianya, atau ketidaksesuaian informasi yang diuji dengan kriterianya serta menunjukkan fakta atas ketidaksesuaian tersebut

Standar dan Panduan Untuk audit Sistem Informasi seperti ISACA, IIA COSO dan ISO1799

ISACA(Information Systems Audit & Control Association) :

ISACA berperan memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan. Dalam framewok ISACA terdapat Standard, Guidelines, dan Procedure.

-  Standard yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti auditor.

-  Guidelines memberi bantuan kepada auditor agar dapat menerapkan standar dalam berbagai tugas audit.

-  Prosedur memberi contoh langkah-langkah auditor dapat  mengikuti tugas audit sehingga dapat menerapkan standar.


IIA COSO(The Comitte of Sponsoring Organizations of the threadway commision's) :

pengendalian intern, yang penggunaannya mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan kontrol dapat dilakukan secara menyeluruh.


ISO 1799 :

menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.


referensi :  

http://dokumen.tips/documents/sejarah-isaca.html

https://mukhsonrofi.wordpress.com/2008/10/23/cisa-gelar-it-auditor-bernilai-jual-tinggi/

 1-Konsep%20Audit%20Sistem%20Informasi.pdf

http://gondronggunadarma.blogspot.com/2017/10/standar-dan-panduan-untuk-audit-sistem.html

Lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia


Berikut ini adalah beberapa lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia :


1. Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII).

Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII) didirikan pada 20 Mei 2014. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa praktisi dari berbagai universitas dan organisasi lainnya dibidang sistem informasi. Lembaga ini memiliki tujuan yaitu untuk menghindari penyimpangan dalam penggunaan sistem informasi yang semakin pesat di Indonesia. IASII bekerja sama dengan beberapa lembaga lain seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Information System Audit and Control Association-Chapter Indonesia (ISACA), Institute of Internal Auditor, Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern.


2. Information System Audit and Control Association (ISACA).

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.

ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. JaringanISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, salah satunya ialah di Indonesia. ISACA sendiri telah membuat standar untuk audit sistem informasi di seluruh dunia.


3. BPK RI

Didirikan tahun 1946 yang bertugas untuk melakukan audit yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara lain seperti Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Dewan Pelayanan Publik, dan lembaga lain yang mengelola keuangan negara. BPK RI menyerahkan hasil audit kepada DPR, DPD, dan DPRD sesua dengan kewnangan masing-masing.


4. Keuangan BPKP (Badan Pengawasan dan Pembangunan).

BPKP didirikan tahun 2006. BPKP bertugas mengendalikan keuangan dan pengawasan pembangunan nasional serta meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeluaran anggaran pemerintah nasional dan regional. Tugas lain BPKP adalah mengevaluasi penerapan sistem pengendalian internal untuk mendeteksi dan menghalangi korupsi, serta menginvestigasi penyelewengan keuangan.


5. LPAI

Lembaga Pengembangan Auditor Internal adalah lembaga yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen — LPÄI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate — mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir — dimana benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya di dunia.

Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya.

Selasa, 28 Juni 2022

Data Storytelling

Nama : Rhey nathaniel 

Kelas : 3KA05

Npm : 15119489



APA ITU DATA STORYTELLING?

Data storytelling adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang analis data untuk menjelaskan hasil temuannya, dengan diikuti visualisasi data yang mudah dimengerti awam. Dengan kemampuan ini, seorang analis data harus mampu membuat orang awam paham mengenai hasil analisis data, permasalahan yang ditemukan, hingga solusi yang ditawarkan.


Untuk mendukung pemahaman audiens, seorang analis data harus menyertakan visualisasi data sederhana maupun kompleks yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pendengarnya. Misalnya, apabila sedang menjabarkan materi pada calon analis data, mungkin bisa digunakan visualisasi data yang lebih rumit, sementara bagi audiens yang sangat awam tentang data, gunakan visualisasi data yang sederhana dan mudah dimengerti.


MENGAPA DATA SCIENTIST HARUS BISA STORYTELLING?

Lalu, mengapa seorang data scientist harus bisa storytelling? Beberapa alasan telah dikemukakan di atas, bahwa kemampuan storytelling dibutuhkan untuk mempermudah audiens awam memahami hasil temuan seorang data scientist. Tidak semua orang paham dan mau memahami kumpulan tabel berisi data-data rumit yang dipaparkan. Maka dari itu, kemampuan storytelling dibutuhkan di sini.


Seperti kutipan di atas, dashboards dan spreadsheets tidak dapat menjelaskan mengapa sebuah permasalahan atau pencapaian bisa terjadi. Peran data scientist diperlukan untuk menciptakan sebuah pemahaman di pemikiran setiap orang, bahkan awam sekalipun.


Seorang data scientist yang memiliki kemampuan storytelling harus bisa menyampaikan permasalahan dengan konteks dan contoh yang telah disesuaikan. Dengan demikian, audiens akan lebih memahami di mana posisi mereka saat ini. Setelah itu, data scientist dapat memberikan pandangan terkait beberapa solusi yang bisa dilakukan dan mungkin memberi masukan untuk proses pengambilan keputusan di sebuah perusahaan.

Kemampuan storytelling seorang data scientist harus diiringi dengan visualisasi data yang relevan. Hal ini dimaksudkan agar audiens dapat lebih paham karena penyampaian informasi dilakukan lewat visual dan audio.


STORYTELLING SANGAT MENDUKUNG VISUALISASI DATA

Storytelling adalah kemampuan yang dapat mendukung visualisasi data. Bagaimana maksudnya? Tak jauh berbeda dari data mentah yang cukup membuat orang awam pusing, visualisasi data yang disajikan mungkin juga masih membingungkan bagi sebagian orang. Mereka mungkin tidak mendalami persoalan data perusahaan dan visualisasi data hanya menjadi penampilan visual yang sulit dipahami maksudnya.


Visualisasi data mungkin menghadirkan konteks permasalahan atau pencapaian. Akan tetapi, penyampaiannya hanya sebatas diagram atau tabel-tabel dengan kreasi warna bermacam-macam. Penampilannya yang menarik tidak menjamin data tersebut langsung dapat dipahami oleh setiap orang yang membacanya.


Oleh karena itu, kemampuan storytelling sangat diperlukan oleh data scientist untuk mendukung visualisasi data yang telah tersaji. Dengan kemampuan storytelling, seorang data scientist dapat mengungkapkan pesan-pesan yang tersimpan di balik tabel dan diagram-diagram tersebut. Berikut adalah hal-hal berkaitan dengan storytelling yang perlu diperhatikan oleh data scientist:


Apa informasi yang harus dipahami audiens lewat visualisasi data yang disampaikan?

Bagaimana narasi yang diperlukan untuk mengarah ke penyelesaian masalah?

Bagaimana data tersebut dapat mendorong pengambilan keputusan?

Setiap data yang disampaikan oleh seorang data scientist melalui visualisasi data dan storytelling harus memiliki makna dan tujuan. Pada akhirnya, semua presentasi tersebut harus menunjukkan ke arah yang lebih baik.


KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa kemampuan storytelling sangat diperlukan oleh seorang data scientist. Storytelling adalah kemampuan untuk menjelaskan hasil analisis data yang telah dilakukan oleh data scientist. Tak hanya itu, kemampuan ini juga membantu audiens memahami visualisasi data yang disampaikan, sehingga dapat mengarahkan pada pengambilan keputusan yang tepat.


Jika Anda adalah seorang data scientist, kombinasikan dua skill tersebut, yakni visualisasi data dan storytelling. Lalu, bagi Anda yang bercita-cita menjadi data scientist, ikuti program Algoritma Data Science School yang menyediakan pelatihan dan dukungan karier di bidang terkait. Ada dua pilihan program yang disediakan, yaitu Data Science Academy Regular dan Data Science Academy Full Stack. 

Senin, 04 April 2022

 

Business Intelligence 


intelegensi bisnis atau business intelligence adalah salah satu profesi yang mengandalkan berbagai data agar bisa diubah menjadi suatu prospek bisnis yang menguntungkan untuk perusahaan atau klien. Namun, apakah peran dari seorang business intelligence hanya sebatas itu?

Nah, untuk bisa mengetahuinya dengan baik, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang pengertian business intelligence dan peran pentingnya dalam suatu bisnis.

Apa itu Business Intelligence?

Dilansir dari laman resmi Educba, business intelligence adalah suatu jabatan yang didalamnya ditugaskan untuk mencari suatu cara dan metodologi untuk menganalisa suatu informasi terkait bisnis.

Sementara itu, Robert Half menjelaskan bahwa business intelligence adalah mereka yang  membuat hasil analisa dari pada suatu bisnis agar bisa dijadikan sebagai rujukan dalam bekerja sama dengan staf lainnya.

Hampir sama dengan posisi lainnya, business intelligence pun memiliki peranan yang penting di dalam perusahaan. Karena, mereka adalah orang yang akan menentukan arah dan juga strategi bisnis perusahaan. Jika strategi yang mereka terapkan salah, maka rencana bisnis perusahaan pun akan menjadi sangat berantakan. Untuk itu, seorang business intelligence sering kali disebut sebagai ahli taktik.

Tapi, mereka memiliki peranan yang berbeda dengan business analytics. Apabila analisis bisnis hanya terbatas pada analisa saja, maka business intelligence harus lebih mampu menjelaskan hasil dari analisanya tersebut.

Pekerjaan dan Tanggung Jawab Business Intelligence

Terdapat beberapa tugas dan juga tanggung jawab yang dipikul oleh seorang business intelligence, yaitu:

1. Business Intelligence: Membuat Analisis Data

Seorang business intelligence harus mampu bekerja sama dengan tim engineer dalam menerbitkan analisa data bisnis. bentuk analisa tersebut diperlukan untuk meningkatkan perkembangan perusahaan dalam hal pemanfaatan sumber data. Selain itu, business intelligence juga harus membuat suatu kebijakan dan juga prosedurnya sendiri terkait penggunaan analisa data.

2. Pengamatan dan Evaluasi Pada Business Intelligence

Seorang business intelligence juga harus mampu melakukan evaluasi dan melihat data secara menyeluruh. Jadi, mereka tidak boleh melewatkan setiap isu terbaru tentang bisnis. bahkan, mereka harus mampu menghasilkan keuntungan dari data yang sebuah masukan untuk perkembangan perusahaan.

3. Mengembangkan Analisis Data Bisnis Intelektual

Mereka juga harus mampu menilai proses analisis data bisnis yang sudah dilakukan oleh perusahaan. Jika memang dinilai buruk, maka proses tersebut harus segera diperbaiki.

4. Business Intelligence dalam Pengolahan Data

Mereka yang duduk pada posisi ini  juga harus mampu mengumpulkan berbagai data bisnis pada tempat yang mudah untuk diakses. Selain itu, data juga harus disimpan pada tempat yang aman dan hanya bisa diketahui oleh mereka yang berada dalam satu perusahaan.

Tools Business Intelligence Diperlukan

Agar bisa menjadi seorang business intelligence yang berkualitas, terdapat beberapa skill yang harus dikuasai. Selain analisa data yang baik, terdapat beberapa tools atau alat yang bisa digunakan untuk membantu seorang business intelligence. Alat tersebut hadir dalam bentuk software. Berikut ini adalah softwarenya:

1. Tableau

Software ini tercatat mampu membantu visualisasi dan juga integrasi dengan berbagai sumber data, seperti excel atau SQL Data Warehouse.

2. Splunk

Software ini mampu membantu seorang business intelligence dalam menganalisa data bisnisnya. Software ini mampu menampilkan data analytics yang baik dan mampu membantu seorang business intelligence dalam membuat suatu laporan analisa yang baik.

3. Alteryx

Software Alteryx mampu melampirkan berbagai hasil analisa dari pencampuran berbagai sumber data. Alteryx juga mampu menyajikan insight yang lebih banyak dan mendalam.

4. Qlik

Software ini sama seperti Tableau yang memvisualisasikan data. Namun, software Qlik ini juga mampu menyajikan hasil analisa data dan juga membuat suatu platform data yang sesuai untuk para pakar pada bidang tersebut.

5. Domo

Software yang satu ini sudah banyak sekali terintegrasi dalam berbagai industri. Bahkan, software ini mampu membantu Bank Indonesia atau BI dalam mendapatkan analisa data bisnis dari berbagai industri, sehingga mampu membantu mereka dalam membuat analisa dan saran yang baik.

6. Dundas BI

Aplikasi ini dimanfaatkan untuk membuat dashboard dan scorecards yang nantinya mampu membantu seorang business intelligence. Selain itu, aplikasi ini juga mampu menyajikan laporan data dalam tampilan yang lebih sederhana dan mudah dimengerti.

7. Google Data Studio

Sama halnya dengan google analytic, perbedaannya adalah aplikasi ini mampu menyajikan data yang diperoleh dari google analytic. Selain itu, ada juga Einstein Analytics, suatu aplikasi business intelligence yang sudah dilengkapi dengan AI atau kecerdasan buatan.

8. Birst

Birst adalah aplikasi yang digunakan untuk menganalisa, mengeksplorasi dan menampilkan big data. Selain itu, aplikasi ini juga bisa menerima data mentah dan juga mengubahnya menjadi suatu gudang data yang siap untuk dianalisa.

Jenjang Karir 

Profesi business intelligence adalah salah satu profesi yang memiliki jenjang karir bagus, terdapat beberapa posisi yang bisa ditempati jika sudah memiliki pengalaman yang baik. Tapi, diperlukan pengalaman paling tidak 3 tahun untuk bisa mendapatkan posisi ini.

Posisi pertama yang sangat mungkin bisa didapatkan adalah business intelligence manager. Posisi ini diberikan tanggung jawab untuk memimpin suatu proyek.

Proyek ini tentu saja akan mengandalkan berbagai data bisnis, dan Anda juga akan menjadi orang yang memiliki tanggung jawab untuk hal tersebut.

Selain itu, pengalaman tersebut juga nantinya mampu membantu seseorang untuk menjadi master data service, karena dengan memiliki kesibukan dalam memantau data setiap hari akan membuat seseorang cenderung paham akan suatu data.

Profesi terakhir adalah administrator, profesi ini akan lebih fokus dalam mengutamakan kemauan pelanggan, memantau kompetitor, dan memantau kondisi ekonomi perusahaan.

Background Seperti Apa yang Dibutuhkan?

Untuk bisa menduduki posisi ini pada dasarnya tidak melulu harus ditentukan dari latar belakang pendidikannya. Walaupun mereka yang berasal dari jurusan IT ataupun statiskan akan lebih diunggulkan karena mampu menarik data dengan SQL atau menganalisa data kuantitatif sederhana. Namun hal itu tidak menunjukan bahwa business intelligence adalah mereka yang berasal dari kedua jurusan tersebut.

Untuk bisa menduduki posisi ini, kemampuan dalam menganalisa bisnis adalah hal sangat penting. Jadi, jika Anda mampu menganalisa bisnis dengan baik, maka posisi business intelligence akan sangat mungkin Anda dapatkan.

Selain itu, Anda juga harus memiliki rasa ingin tahu yang besar, kemauan untuk bisa selalu berkembang, dan juga langsung terjun pada bidangnya.

Skill yang Harus Dimiliki

Untuk menjadi seorang business intelligence, setidaknya Anda harus memiliki hard skill dan soft skill. Berikut ini adalah penjelasannya.

Hard Skill

SQL 

SQL atau Structure Query Language adalah pemahaman pertama yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang business intelligence. Bahasa pemrograman ini menjadi yang paling dasar dan sederhana untuk menarik dan mengolah data. Jika sudah memiliki kemampuan dasar SQL yang baik, Anda akan lebih mudah dan lebih cepat ketika harus berhadapan dengan penarikan dan juga pengolahan data.

Microsoft Excel

Aplikasi ini akan sangat berguna untuk menampilkan data yang sudah disediakan dan memudahkan orang lain dalam memahami data yang sudah dianalisa. Tanpa adanya kemampuan dalam menggunakan Microsoft Excel, Anda akan menjadi sangat kesulitan dalam menyajikan berbagai poin penting dari berbagai hasil analisa yang sudah dilakukan.

Soft Skill

Analisis 

Analisa adalah kemampuan yang paling penting. Anda akan mampu menghasilkan pekerjaan yang baik dengan kemampuan analisa yang mumpuni.

Produktivitas/Delivery

Seorang business intelligence harus mampu menyelesaikan pekerjaannya secara tepat waktu. Jadi, jika diberikan waktu riset data selama satu bulan, maka seluruh proses penarikan data dan menyampaikan hasil dari data tersebut harus dilakukan secara efektif dan efisien agar sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan.

Komunikasi 

Sebagus apapun hasil analisa yang ditampilkan jika tidak bisa dikomunikasikan dengan baik akan membuat seseorang kesulitan dalam memahaminya. Untuk itu, seorang business intelligence juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Pengembangan Diri

Walaupun bisnis perusahaan memang sudah berjalan dengan baik, namun seorang business intelligence tidak boleh diam. Mereka harus selalu proaktif dalam mengembangkan dirinya dalam membuat berbagai perubahan yang baik untuk perusahaan.

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap tentang business intelligence dan peran pentingnya dalam suatu bisnis atau perusahaan. Business intelligence adalah orang yang akan menentukan arah dan juga strategi bisnis perusahaan agar mampu mendapatkan keuntungan dan laba yang baik.

Mereka akan memanfaatkan berbagai sumber data, seperti data laporan keuangan perusahaan, data laporan pemasaran, laporan penjualan, dll. Untuk kemudian diolah menjadi suatu strategi yang baik untuk perusahaan.

Nah, perusahaan bisa turut membantu business intelligence dalam mengerjakan tugasnya dengan menggunakan program akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terbaik seperti otomasi pembukuan, manajemen aset, penghitungan dan pelaporan pajak, multi gudang, proses rekonsiliasi otomatis dan masih banyak lagi.

Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi bisnis Anda secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini

Selasa, 13 Juli 2021

METODE-METODE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

Nama : Rhey nathaniel

Npm : 15119489

METODE-METODE PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 Teknik dan Metodologi

Teknik (technique) adalah pendekatan bagaimana menggunakan alat-alat an peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahapan- tahapan dalam siklus pengembangan sistem informasi.

Metodologi adalah rincian secara menyeluruh dari siklus pengembangan sistem yang mencakup :

1. Langkah demi langkan tugas dari masing-masing tahapan.

2. Aturan yang harus dijalankan oleh individu dan kelompok dalam melaksanakan setiap tugas

3. Standar kualitas dan pelaksanaan dari masing-masing tugas; dan

4. teknik-teknik pengembangan yang digunakan untuk masing-masing tugas ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh pengembang

Teknik Terstruktur

Teknik terstruktur merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan.

Penekanan dalam teknik terstruktur ini pada umumnya difokuskan kepada aktivitas dan data sebagai dua hal penting dalam sistem informasi. Teknik terstruktur ini disebut juga sebagai teknik berorientasi kepada proses (process-oriented techniques). Analisis terstruktur modern merupakan teknik menterjemahkan permintaan user dari sebuah sistem informasi alam bentuk gambar-gambar yang mewakili fungsi, aktivitas input output dab penyimpanan data pada sebuah sistem informasi.

Pemrograman Terstruktur

Pemrograman terstruktur (structured programming) ini merupakan proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten. Pemrograman terstruktur Pemrograman terstruktur (structured programming) ini merupakan proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten. Pemrograman terstruktur

persyaratan tertentu pengulangan instruksi atau group instruksi berdasarkan beberapa

persyaratan tertentu (repeat-until dan do-while)

Rancangan Desain Terstruktur

Rancangan terstruktur (struc-tured design) adalah salah satu proses yang berorientasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (atau dirubah). Beberapa pandangan yang telah membangun suatu teknik yang cukup memadai untuk melaksanakan perancangan terstruktur dengan baik. Teknik-teknik ini meliputi : Yourdon-Constantine, teknik ini mengembangkan struktur software

ideal dengan mempelajari arus data yang sesuai dengan fungsi program Warnier-Orr teknik ini mengembangkan struktur software dengan

mempelajari isi dari input dan output Jackson, teknik ini juga mengembangkan struktur software dengan mempelajari isi dari input adn output

Keuntungan model terstruktur : Program yang disusun untuk rancangan terstruktur dapat dengan mudah

ditulis dan diuji oleh im programmer. Sistem dan ptogram yang dirancang serta dikembangkan secara terstruktur akan lebih mudah untuk dipelihara Keuntungan dari perancangan secara terstruktur adalah model program yang dikembangkan dapat digunakan secara berulang-ulang

Analisis terstruktur modern

Analisis terstruktur modern adalah teknik yang berorientasi kepada proses yang terpusat dan digunakan untuk membentuk model permintaan user terhadap sistem informasi.

Teknik analisis secara terstruktur konsepnya sangat sederhana. Model sistem informasi baru dikembangkan dari serangkaian diagram arus yang disebut data flow diagram (DFD) atau diagram arus data. Dalam analisis secara terstruktur, analis sistem mungkin menghasilkan sejumlah DFD model SIM. Setiap DFD dibedakan berdasarkan tujuannya.

Oleh karena itu model DFD biasanya dibuat berdasarkan 1). Sistem informasi berjalan atau yang diimplementasikan saat ini ;2) pokok-pokok penting secara konseptual dari sistem informasi yang sedang berjalan, 3) Oleh karena itu model DFD biasanya dibuat berdasarkan 1). Sistem informasi berjalan atau yang diimplementasikan saat ini ; 2) pokok-pokok penting secara konseptual dari sistem informasi yang sedang berjalan, 3)

Model konsep sistem secara logis sering juga disebut sebagai model pokok atau model inti. Model tersebut kalau dibuat sekaligus secara bersamaan memiliki beberapa masalah yang diantaranya adalah : Membatasi kreativitas Mendorong analis sistem untuk menentukan terlebih dahulu apa yang

harus dilakukan (konseptual sistem) oleh suatu sistem. Keuntungan yang dapat diperoleh : Analis sistem akan lebih akurat dalam mengidentifikasikan

sistem tanpa mengkhawatirkan teknologi yang digunakan. Analis sistem akan lebih memiliki kesempatan mengembangkan kreativitasnya dalam menentukan alternatif pemecahan masalah berdasarkan pada sistem yang sedang berjalan. Pendekatan Gane-Sarson dan pendekatan DeMarco, analis sistem

permintaan/kebutuhan

menggambarkan empat set diagram arus data, yaitu :

1. Diagram arus data sistem informasi yang sedang berjalan

2. Diagram arus data secara konseptual dari sistem yang sedang berjalan

3. Diagram arus data secara konseptual untuk sistem baru

4. Diagram arus data untuk sistem yang akan disusun Selanjutnya Ed Yourdon mengembangkan versi baru dari analisis

terstruktur yang disebut dengan analisis terstruktur modern. Pendekatan ini meringkas rincian model dari sistem yang sedang berjalan baik secara lagika maupun fisik, kecuali untuk pembuatan : Diagram arus data yang sangat sederhana dari sistem yang diusulkan Model data secara konseptual (logis) Diagram arus data secara konseptual dari atas ke bawah untuk sistem

baru Diagram arus data yang menunjukkan bagaimana konseptual sistem

diimplementasikan Para ahli kini menyarankan untuk menggunakan analisis terstruktur bagi sistem yang sedang berjalan. Alasannya : 1). Seringkali waktu yang dibutuhkan tidak sesuai dengan biaya yang tersedia 2) sistem yang sedang berjalan biasanya bias dan kurang bisa mengadaptasi perubahan dari sistem lama ke sistem baru, dan 3) pemakai sistem danmanajer sering tidak sabar dengan model sistem yang membutuhkan banyak perubahan dan unsur- unsur yang diganti.

Pemodelan Data (Pembuatan Model Data)

Pemodelan data adalah teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi.

Teknik pemodelan data secara ringkas menjelaskan hal-hal sebagai beriktu : pertama, menentukan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis (entitas), tentang bagaimana bisnis atau aplikasinya mengumpulkan data. Entitas mungkin meliputi hal-hal sebagai berikut : 

Barang-barang nyata 

Pelaksana bisnis 

Peristiwa-peristiwa 

Tempat Selanjutnya yang kedua, menentukan atribut yang menerangkan

masing-masing entitas. Kemudian menentukan aktivitas (relasi) bisnis diantara entitas.

Manfaat yang terpenting dari pemodelan data adalah apabila file-file atau database untuk sistem baru disusun sesuai dengan pemodelan data, maka akan memenuhi hal-hal sebagai berikut : 

Database akan terdiri dari data yang akurat dan terbaru 

Database akan memnuhi semua kebutuhan informasi saat ini

Database akanmamapu memenuhi kebutuhan informasi masa yang akan datang tanpa ada perubahan yang drastis pada sistem informasi yang ada.

Rekaya Informasi

Rekaya informasi disamping merupakan perpaduan dari pemodelan data dan proses, rekayasa informasi juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sistem informasi. Rekayasa informasi merupakan teknik terstruktur pertama yang dapat digunakan diseluruh siklus pengembangan sistem informasi, kecuali pada fase pemeliharaan. Langkah dalam rekayasa informasi :

1. Analis terlebih dahulu akan menggunakan strategi prencanaan sistem informasi untuk organisasi

2. Berdasarkan strtagei tersebut analis menentukan subsistem yang didalam rekayasa informasi disebut sebagai area bisnis.

3. Analis setelah itu kemudian menentukan subsistem (area bisnis) yag lain yang paling membutuhkan aplikasi.

4. Analis kemudian mengimplementasikan aplikasi hasil perancangan tersebut.

Pada rekayasa informasi, pusat dari semuanya adalah penyimpanan data.

Ad. 15.2 System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang populer pada saat sistem informasi pertama kali berkembang. SDLC adlah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem informasi dan programmer dalam membangun sistem informasi.

Metode SDLC ini seringkali dinamakan juga sebagai proses pemecahan masalah, yang langkah-langkahnya adalah : Melakukan survei, dan menilai kelayakan proyek pengembangan

sistem informasi Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan  Menentukan permintaan pemakai sistem informasi Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak

(software) komputer Merancang sistem informasi baru Membangun sistem informasi baru  Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru Memelihara dan melakukan perbaikan peningkatan sistem informasi

baru diperlukan

Ad. 15.3 Metode Prototyping

Secara umum tujuan pengembangan sistem informasi adalah untuk memberikan kemudahan dalam penyimpanan informasi, mengurangi biaya dan menghemat waktu, meningkatkan pengendalian, mendorong pertumbuhan, meningkatkan produktivitas serta profitabilitas organisasi.

Karakteristik dari suatu sistem informasi manajemen yang lengkap tergantung

dihadapi, proses pengembangannya dan tenaga kerja yang akan dikembangkannya. Metode prototyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi manajemen, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen. Metode ini dikatakan revolusi karena merubah proses pengembangan sistem informasi yang lama (SDLC)

Prototyppe tersebut adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototype sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu. Istilah prototyping dalam hubungannya dengan pengembangan software sistem informasi manajemen lebih merupakan suatu proses, bukan protoype sebagai suatu produk.

Prototipe merupakan model kerja dari sebuah sistem informasi manajemen yang belum lengkap. Istilah prototipe, pada saat pengembangan sistem informasi, menghasilkan suatu demonstrasi praktis dari software komputer yang dihasilkan.

Metode prototyping dirancang agar dapat menerima perubahan- perubahan dalam rangka menyempurnakan prototipe yang sudah ada sehingga pada akhirnya dapat menghasilkan sistem informasi manajemen yang dapat diterima dan perubahan-perubahan yang terjadi dianggap merupakan bagian dari proses pengembangan itu sendiri. Keterlibatan user dalam proses pengembangan sistem informasi merupakan bagian dari proses pengembangan yang akan mempengaruhi kualitas akhir dari sistem informasi manajemen yang akan dihasilkan.

Karakteristik Metode Prototyping

Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping :

1. Pemilihan fungsi (functional selection), yang mengacu pada pemilihan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilihan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan. Terdapat dua perbedaan antara cakupan fungsi prototipe dengan hasil akhir  Fungsi sistem informasi diterapkan mendekati bentuk akhirnya,

tetapi hanya fungsi yang terpilih saja yang digunakan (vertical prototipe) Fungsi-fungsi tidak ditampilkan secara terinci seperti yang akan digunakan pada hasil akhi, tetapi dapat diperagakan.

2. Penyusunan sistem informasi (construction) bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototipe. Secara umum prototipe ini harus lebih kecil ari yang dibutuhkan dalam mengembangkan hasil akhir sistem informasi manajemen yang akan digunakan.

3. Evaluasi (evaluation) harus dipertimbangkan agar menerima masukan- masukan untuk proses pengembangan selanjutnya. Seluruh unsur dalam pengembangan sistem informasi harus yakin bahwa prototype ini dapat dievaluasi, termasuk adanya partisipasi dari kelompok-kelompok yang relevan yang mungkin akan menggunakan sistem informasi manajemen.

4. Penggunaan selanjutnya, seringkali prototipe ini dipergunakan sebagai alat untuk belajar dan selanjutnya tidak dipergunakan lagi, tetapi mungkin juga prototype ini merupakan bagian dari sistem informasi manajemen ayang akan digunakan kelak. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan pada prototipe yang digunakan sebagai alat belajar : - Manfaat awal, Peragaan, Evaluasi dan Modifikasi, Pengajaran dan

pelatihan, Kesepakatan.

Jenis-jenis Prototyping

Feasibility prototyping, digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk sistem informasi manajemen yang akan disusun.

Requirement prototyping juga disebut sebagai “discovery prototyping” digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. Konsepnya adalah, user akan mengetahui apa yang mereka inginkan, bila mereka melihatnya.

Desain prototyping, juga sering disebut behavioral prototyping, yang digunakan untuk mendorong perancangan sistem informasi manajemen yang akan digunakan.

“Implementation prototyping” atau disebut juga “production prototyping ” adalah lanjutan dari rancangan prototype, prototype ini langsung disusun sebagai sistem informasi manajemen yang akan digunakan.

Teknik pada Metode Prototyping

Ada beberapa teknik yang relevan dan dapat dipergunakan dalam penerapan metode prototyping, teknik-teknik tersebut adalah : Perancangan model adalah bagian yang terpenting dalam seluruh

strategi prototyping yang digunakan sebagai alat untuk menjadikan model menjadi sistem informasi yang sebenarnya. Strategi ini meliputi simulasi interaktif, struktur pemrograman dan pengembangan sistem informasi.

Perancangan dialog, disusun agar keterlibatan user menjadi jelas dan fleksibel. Aspek dalam perancangan dialog mencakup keseluruhan unsur yang harus didialogkan, seperti pemilihan perintah-perintah sistem informasi layout tampilan dilayar, penanganan maaslah-masalah khusus dan kemungkinan disediakannya prosedur untuk menjalankan sistem yang diterapkan.

Simulasi, dalam prototyping dilakukan untuk menunjukkan bagaimana cara kerja sebuah sistem informasi manajemen yang akan diterapkan kelak.

Metode prototyping tidak membutuhkan satu perangkat khusus atau tambahan investasi. Metode ini dapat menggunakan perangkat yang sebelumnya telah digunakan. Perangkat pendukung kerja metode prototyping adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (4GL), sistem manajemen data (DBMS), sistem dialog (user interface), penggunaan bahasa instruksi yang spesifik dan simbol-simbol pelaksanaan sistem informasi dan tentunya hal yang paling utama adalah tersedianya perangkat komputer yang memadai.

Profesional dibidang pengembangan sistem informasi manajemen melihat beberapa keuntungan penggunaan metode prototyping diantaranya adalah :

End-user dapat berpartisipasi secara lebih aktif dalam pengembangan sistem informasi.  Penentuan kebutuhan/keinginan lebih mudah diwujudkan Mengurangi proses persetujuan rancangan sistem informasi Perancangan dengan menggunakan metode prototyping mempersingkat

waktu pengembangan sistem informasi manajemen. Kelemahan dalam penggunaan prototyping diantaranya adalah : Metode prototyping membuat proses analisis dan perancangan menjadi

terlalu singkat Metode prototyping mengesampingkan alternatif pemecahan masalah Penerapan sistem informasi dengan menggunakan metode prototyping

biasanya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan-perubahan.  Tidak selamanya prototype yang dihasilkan oleh metode prototyping

mudah untuk dirubah. Umumnya prototype ini terlalu cepat selesai.

Ad. 15.4 Teknik Joint Application Development (JAD)

Joint application Development (JAD) adalah suatu kerja sama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi (users), manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik- teknik yang dibutuhkan dan unsur rancangan eksternal (input, output, dan tampilan)

Tujuan dari JAD ini adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi. Luasnya partisipasi yang diberikan kepada user dan manajemen ini memberikan beberapa manfaat : Meningkatkan hubungan antara user, manajemen dan ahli sistem

informasi. Memperluas wawasan user dan manajemen dalam bidang komputer, disisi lain memperluas wawasan bisnis dan aplikasinya bagi ahli sistem informasi.

Meringankan beban tanggung jawab user dan manajemen bila terjadi konflik JAD umumnya juga mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi yang biasanya diperlukan untuk melakukan berbagai wawancara, melalui satu pola kerja yang lebih terstruktur.

Melalui penentuan keinginan user yang lebih tepat dan penentuan prioritas utama, maka penggunaan JAD ini akan lebih menghemat biaya.

JAD seringkali menghasilkan sistem informasi yang lebih bernilai dan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi user maupun pihak manajemen.

Mengurangi biaya pemeliharaan.

Hampir semua teknik JAD dijadwalkan untuk bekerja cepat. Dengan bimbingan analis sistem informasi yang profesional dalam bidang JAD, kelompok kerja yang dibentuk akan dengan cepat menentukan kunci masalah, kebutuhan, prioritas dan alternatif pemecahan masalah dan memilih pemecahan masalah yang tepat.

Ad. 15.5 Metode Rapid Application Development (RAD)

(RAD) adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur (khususnya dalam perekayasaan data untuk menghasilkan informasi). Metode RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi (manajemen).

Metode Rapid

Aplication

Development

Pada awal tahun 1994, organisasi pemakai sistem dan penyalur software bekerjasama dengan akademisi membentuk Konsorsium Metode Pengembangan Sistem yang Dinamic (Dynamic System Development Consortium/DSDM). Konsorsium ini bertujuan untuk mengembangkan dan menindaklanjuti metode RAD, mempromosikannya, menyelenggarakan pelatihan, mengeluarkan sertfiikat dan lain-lain.

Versi pertama standar DSDM ini telah dipublikasikan pada awal tahun. Standar tersebut menentukan tiga faktor utama RAD, yaitu : kelompok pemakai sistem harus memiliki staf senior yang benar-benar berdedikasi terhadap pengembangan sistem informasi yang memudahkan mereka dalam berhubungan dengan pengembangan sistem; tim pengembang sistem harus stabil dan memiliki kemampuan yang memadai, dan lingkup aplikasi harus komersial dengan penentuan-penentuan permintaan yang jelas dari kelompok pemakai sistem.

Sebagai tambahan bagi ketiga faktor tersebut diatas, DSDM merekomendasikan bahwa metode ini harus :Menentukan prioritas dari kebutuhan aktivitas bisnis. Membuat sudut pandang sistem yang memenuhi pertanyaan apa tujuan

dari prosedur ayan dijalankan dan prosedur mana yang paling fleksibel dibandingkan dengan aktivitasnya.

Gunakan konfigurasi utama dari prosedur manajemen Bentuk motivasi kelompok agar lebih memahami aktivitas bisnis Integrasikan pengujian pada siklus pengembangan sistem Hasil akhir harus difungsikan sesuai dengan waktu dan biaya yang telah

dikeluarkan Pusatkan kemungkinan timbulnya resiko pada fungsi sistem bukan pada

bentuk sistem. Jadikan permintaan pemakai sistem sebagai dasar utama agar mudah

dirubah selama pengembangan sistem dilaksanakan.

Jadikan permintaaan pemakai sistem sebagai dasar utama agar mudah dirubah selama pengembangan sistem dilaksanakan Dari rekomendasi diatas terlihat bahwa DSDM menekankan pada produk yang dihasilkan bukan bagaimana aktivitas yang menghasilkan produk tersebut.

Proses Pengembangan Metode DSDM : Mempelajari apakah proyek pengembangan sistem memenuhi kriteria

RAD Mempelajari aktivitas bisnis perusahaan, menentukan area bisnis serta

fungsi-fungsi yang menjadi prioritas. Membuat model dari fungsi-fungsi yang menjadi prioritas  Implementasi sistem informasi. Manajemen proyek secara umum Personel Perangkat dan teknik  Jaminan kualitas  Penyediaan software

Ad. 15.6. Metode Soft System

Metode Soft System (Soft System Methodology)/SSM) memiliki enam tahapan proses untuk menangani masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang berdampak pada organisasi.

1. Tahap satu, masalah relatif bagi setiap orang, karena itu metode ini tidak melihat masalah secara individu, tetapi dalam konteks situasi permasalahan yang merupakan gabungan dari beberapa masalah yang saling berkaitan dan berdasarkan pada apa yang kita lihat, masalah- masalah itu tidak terstruktur.

2. Tahap dua, ahli sistem mencoba menstrukturkan permasalahan dengan mengekspresikan keterkaitan antara masalah-masalah yang muncul dengan menyusun apa yang disebut sebagai “problematique diagram” dan “rich picture” dan berdasarkan inilah ahli sistem akan memperoleh akar permasalahan dari sistem terkait.

3. Tahap tiga, disusun konsep model yang terdiri dari sistem informasi yang mungkin diterapkan dan strategi yang mungkin digunakan untuk menindaklanjuti masalah yang dihadapi.

4. Tahap empat, tahap membandingkan antara masalah yang ditentukan pada tahap 2 dengan konsep yang disusun pada tahap 4 untuk penyusunan perubahan yang mungkin dilakukan.

5. Tahap lima, dilakukan diskusi yang bertujuan untuk menghasilkan satu harapan dari sistem informasi dan serangkaian strategi yang sesuai dengan kultur yang ada untuk disesuaikan dengan masalah yang ada.

6. Tahap enam, realisasi dari tahap 5 dimana serangkaian proposal, strategi, dan taktik disusun untuk membuat perubahan yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi. Perubahan yang disusun tidak hanya yang berhubungan dengan struktur dan proses masalah tetapi juga melibatkan nilai dan perilaku manusia yang terlibat didalamnya.

Ad. 15.7. Keterlibatan User Dalam Pengembangan

Efektivitas dari setiap aplikasi komputer dipengaruhi oleh keterlibatan user dalam proses perancangan dan pengembangan sistem informasi manajemen dan oleh kualitas dukungan yang diberikan user.

Beberapa alasan pentingnya keterlibatan user dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi menurut Leela Damodaran (1983) adalah : Kebutuhan user Pengetahuan akan kondisi lokal Keengganan untuk berubah User merasa terancam  Meningkatkan alam demokrasi Tidak semua keterlibatan user ini membawa keberhasilan, ada beberapa alasan yang menyebabkan terjadinya kegagalan diantaranya : Tidak tepatnya pengetahuan yang dimiliki user sehingga tidak bersedia

membuat keputusan atau memberikan pandangannya, karena user kurang memahami dampak dari keputusan yang diambilnya

Kurangnya pengalaman dalam menentukan keputusan karena kultur lingkungan yang tidak mendukung dan kurangnya dukungan dari organisasi dalam berpartisipasi untuk mengambil keputusan.

Pengambilan keputusan terbatas pada tahapan-tahapan yang memungkinkan user atau karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan.

Pengambilan keputusan terbatas pada tahapan-tahapan yang memungkinkan user atau karyawan terlibat dalam pengambian keputusan

Kurangnya kesempatan untuk melakukan uji coba dan kurangnya kesempatan untuk belajar. Agar keterlibatan user dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi menjadi efektif perlu persiapan dan perencanaan dalam penyusunan struktur organisasi dan satu prosedur yang mendukung proses pengembangan sistem informasi manajemen.

Agar dukungan user ini menjadi efektif, maka perencanaan dan perancangan kerangka kerja dari dukungan user harus disusun secara hati- hati. Kriteria-kriteria yang harus diperhatikan adalah :

Mempromosikan komunikasi dua arah Menyediakan jaringan kerja yang terintegrasi dalam mekanisme

dukungan Mengenali kemajemukan user Memiliki kapabilitas yang dinamis Mudah menangani keinginan user Mudah mengenali kebutuhan user Tersedianya sumber daya yang memadai seperti keuangan, waktu,

usaha dan tenaga ahli. Dukungan terhadap user pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua bagian, yakni : dukungan terhadap sistem informasi seperti pelatihan instruktur dan dukungan kepada tenaga lokal atau user lainnya dalam organisasi.

Selasa, 27 April 2021

MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI INFORMASI

Secara umum, risiko didefinisikan sebagai hasil kemungkinan atas kejadian dan dampak dari sebuah kejadian yang dapat terjadi. Dalam teknologi informasi, risiko didefinisikan sebagai hasil dari nilai asset dan kerentanan sistem terhadap risiko dan ancaman yang ditimbulkannya bagi organisasi.

 IT Risk Management adalah penerapan dari prinsip-prinisip manajemen risiko terhadap perusahaan yang memanfaatkan teknologi informasi dengan tujuan untuk dapat mengelola risiko-risiko yang berhubungan dengan perusahaan tersebut. Risiko-risiko yang dikelola meliputi kepemilikan, operasional, keterkaitan, dampak, dan penggunaan dari teknologi informasi pada sebuah perusahaan.

  Faktor Resiko

Terdiri dari 4 klasifikasi:

1.    Catastrophic (Bencana),
Biasanya penyebab yang terjadi adalah adanya kesalahan dalam secara keseluruhan proses manajemen teknologi informasi yang benar atau tidak mengikuti aturan.

2.    Critical (Kritis),
pada level risiko ini penyebabnya adalah kelalaian proses yang kurang teliti dan kurangnya luas pandangan dalam memanajemen teknologi informasi.

3.    Marginal (Kecil),
Di level ini biasanya kesalahan yang terjadi hanya sedikit proses yang masih belum sesuai dengan proses aturan manajemen teknologi informasi.

4.    Negligible (Dapat diabaikan),
dan yang terakhir bisa saja risiko yang akan ditanggung tidak terlalu berpengaruh dalam memanajemen teknologi sistem informasi jadi dapat diabaikan juga tidak apa apa.

Hambatan umum terhadap data dan sistem teknologi informasi meliputi:

  • Kerusakan perangkat keras dan perangkat lunak
  • seperti kehilangan daya atau kerusakan data

  • Malware
  • perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mengganggu pengoperasian komputer

  • Virus komputer
  • kode komputer yang dapat menggandakan dirinya sendiri dan menyebar dari satu komputer ke komputer lainnya, seringkali mengganggu operasi komputer

  • Spam, scams, and phishing
  • email yang tidak diminta yang berupaya menipu orang agar mengungkapkan detail pribadi atau membeli barang palsu

  • Human error
  • pemrosesan data yang salah, pembuangan data yang ceroboh, atau pembukaan lampiran email yang terinfeksi secara tidak sengaja.

Selain hambatan umum, dalam IT Risk Management juga mengelola hambatan criminal terhadap teknologi informasi suatu perusahaan, antara lain:

  • Hackers, yaitu orang-orang yang secara tidak sah menerobos ke dalam sistem computer
  • Fraud, yaitu penggunaan computer untuk memanipulasi data untuk kepentingan yang melanggar hukum
  • Denial-of-service, yaitu serangan online yang membuat pengguna tidak dapat mengakses situs tertentu
  • Staff dishonesty, yaitu pencurian data atau informasi penting oleh karyawan internal.

IT Risk Management tidak hanya berfokus tentang penanganan terhadap risiko dan dampak negative dari hambatan-hambatan di atas terhadap operasional perusahaan dalam hal value sebuah perusahaan, tetapi juga dapat memberikan keuntungan potensial. Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mengelola risiko teknologi informasi dalam sebuah perusahaan:

  1. Assessment, merujuk pada pencarian risiko dan penilaian tingkat keparahan risiko.
  2. Mitigation, yaitu penanggulanan yang dilakukan untuk mengurangi dampat risiko.
  3. Evaluation and Assessment, merujuk pada evaluasi terhadap penanggulangan yang sudah dilakukan.

 Fungsi dari Manajemen Resiko Teknologi Informasi

Fungsi Manajemen Resiko IT

1.      Memberikan panduan untuk membantu para eksekutif dan manajemen mengajukan pertanyaan kunci, membuat lebih baik, keputusan risiko-disesuaikan lebih banyak informasi dan membimbing perusahaan mereka sehingga risiko dikelola secara efektif

2.      Membantu menghemat waktu, biaya dan tenaga dengan alat untuk mengatasi risiko bisnis

3.      Mengintegrasikan manajemen TI terkait risiko bisnis menjadi manajemen risiko perusahaan secara keseluruhan

4.      Membantu kepemimpinan memahami risiko perusahaan dan toleransi risiko

5.      Memberikan panduan praktis didorong oleh kebutuhan kepemimpinan perusahaan di seluruh dunia

Kualifikasi Auditor

 Cara Menjadi Seorang Auditor 1. Dapatkan Gelar Sarjana Baik auditor internal maupun eksternal membutuhkan minimal gelar sarjana. Auditor ek...